Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tangerang mengungkapkan, hingga Juli 2011terdapat 27 balita yang positif menderita HIV. Dari jumlah tersebut, enam balita positif AIDS dan tiga di antaranya sudah meninggal dunia.
Selain itu, KPA juga menemukan seorang pria penderita HIV/AIDS yang mempunyai 13 istri dan diduga telah menularkan virus mematikan itu kepada 13 istrinya.
Hal itu diungkapkan salah seorang pengelola KPA Kabupaten Tangerang Hady Irawan, saat acara pendidikan tentang bahaya dan cara penularan HIV/AIDS oleh KPA Provinsi Banten di kantor KPA Kabupaten Tangerang, Rabu (14/12).
Hady menuturkan, ke-27 balita positif HIV itu tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Umumnya, balita itu tertular dari orangtua yang lebih dulu menderita HIV/AIDS. Balita yang meninggal karena kehilangan kekebalan tubuh akibat virus HIV yang berkembang di sel-sel darah putih.
“Berdasarkan catatan akumulatif KPA tahun ini, sudah 27 balita berusia 0-5 tahun menderita HIV. Dari jumlah itu, tiga balita memasuki fase AIDS dan tiga balita lainya dinyatakan meninggal dunia,” tutur Hady.
Sedangkan temuan KPA terkait ditemukannya seorang warga yang mempunyai 13 istri dan positif HIV, kini telah meninggal dunia di Kecamatan Curug. Diduga telah menularkan virus mematikan kepada 13 istrinya melalui hubungan suami-istri. Berdasarkan hasil cek darah RSUD Tangerang, dari 13 istri mantan penderita HIV/AIDS tersebut, tujuh di antaranya positif HIV dan satu di antaranya meninggal akibat AIDS.
Sedangkan pemeriksaan kesehatan terhadap istri-istri lain dari penderita penyakit itu hasilnya belum dikeluarkan. “Pria dengan 13 istri tersebut telah meninggal. Tetapi dari hasil pemeriksaaan terhadap 13 istri dari pria tersebut, terdapat tujuh orang istri yang dinyatakan positif HIV, dan seorang istrinya telah meninggal,” paparnya.
Hady menjelaskan, di wilayah Kabupaten Tangerang saat ini angka penderita HIV/AIDS terus meningkat. Berdasarkan data KPA hingga Juli 2011, setidaknya ada 420 orang yang terindikasi positif HIV dan 169 orang dipastikan positif AIDS. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang tahun 2011 meningkat dari tahun 2010. Tren penyebaran HIV/AIDS terus mengalami perubahan. Seperti tahun 2003-2007 penderita HIV/AIDS didominasi oleh mereka yang menggunakan narkotika melalui jarum suntik.
Tahun 2010-2011 beralih penyebaran penyakit HIV/AIDS lebih banyak disebabkan melalui hubungan seksual. Bahkan jumlah pekerja seks komersial terus meningkat di wilayah tertentu. “Di Kabupaten Tangerang sekira 1.200 perempuan pekerja seks dan pembeli seks itu sendiri mencapai 15-20 ribu orang. Bisa kita perkirakan berapa jumlah penderita HIV/AIDS baru yang tertular,” jelas Hady.
Sementara salah seorang pembicara dari KPA Banten Syaiful W Harahap mengungkapkan, HIV/AIDS dapat terjangkit bila ada kerusakan pada sistem kekebalan tubuh manusia atau disebut infeksi virus oportunistik. Akibat kurangnya sistem kekebalan, munculah berbagai macam penyakit seperti sariawan, diare, TBC, dan penyakit itu sulit untuk disembuhkan bagi penderita positif HIV/AIDS. Salah satu alasan mengapa virus ini sangat berbahaya, karena masuk kedalam sel-sel darah putih dan menjadikan sebagai pabrik baru untuk memproduksi HIV baru.
Karena itu, penderita harus diberikan obat antiretrovial (ARV) untuk menekan perkembangan HIV di dalam darah. “Setiap hari HIV rata-rata memproduksi 10 miliar sampai 1 triliun virus baru di tubuh penderita. Sel-sel darah putih tempat virus ini bersarang dan mencari sel-sel darah putih baru,” bebernya. Rm (35), salah seorang penderita HIV di Kabupaten mengatakan, dirinya dinyatakan positif HIV sejak 2007 seusai melakukan tes darah.
Ia mengetahui menderita HIV selang tujuh bulan setelah suaminya yang juga positif HIV/AIDS meninggal. Dari hasil perkawinan dengan suami yang mantan pengguna narkoba, Rm dikarunia dua orang anak, salah satu di antaranya dinyatakan positif HIV. Ia menuturkan, suaminya selama masih hidup terkena berbagai penyakit, seperti tipus dan TBC. “Lebih baik terbuka sebagai penderitaAIDS demi kebaikan orang-orang terdekat,” pesan Rm. [rb]
Hal itu diungkapkan salah seorang pengelola KPA Kabupaten Tangerang Hady Irawan, saat acara pendidikan tentang bahaya dan cara penularan HIV/AIDS oleh KPA Provinsi Banten di kantor KPA Kabupaten Tangerang, Rabu (14/12).
Hady menuturkan, ke-27 balita positif HIV itu tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Umumnya, balita itu tertular dari orangtua yang lebih dulu menderita HIV/AIDS. Balita yang meninggal karena kehilangan kekebalan tubuh akibat virus HIV yang berkembang di sel-sel darah putih.
“Berdasarkan catatan akumulatif KPA tahun ini, sudah 27 balita berusia 0-5 tahun menderita HIV. Dari jumlah itu, tiga balita memasuki fase AIDS dan tiga balita lainya dinyatakan meninggal dunia,” tutur Hady.
Sedangkan temuan KPA terkait ditemukannya seorang warga yang mempunyai 13 istri dan positif HIV, kini telah meninggal dunia di Kecamatan Curug. Diduga telah menularkan virus mematikan kepada 13 istrinya melalui hubungan suami-istri. Berdasarkan hasil cek darah RSUD Tangerang, dari 13 istri mantan penderita HIV/AIDS tersebut, tujuh di antaranya positif HIV dan satu di antaranya meninggal akibat AIDS.
Sedangkan pemeriksaan kesehatan terhadap istri-istri lain dari penderita penyakit itu hasilnya belum dikeluarkan. “Pria dengan 13 istri tersebut telah meninggal. Tetapi dari hasil pemeriksaaan terhadap 13 istri dari pria tersebut, terdapat tujuh orang istri yang dinyatakan positif HIV, dan seorang istrinya telah meninggal,” paparnya.
Hady menjelaskan, di wilayah Kabupaten Tangerang saat ini angka penderita HIV/AIDS terus meningkat. Berdasarkan data KPA hingga Juli 2011, setidaknya ada 420 orang yang terindikasi positif HIV dan 169 orang dipastikan positif AIDS. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang tahun 2011 meningkat dari tahun 2010. Tren penyebaran HIV/AIDS terus mengalami perubahan. Seperti tahun 2003-2007 penderita HIV/AIDS didominasi oleh mereka yang menggunakan narkotika melalui jarum suntik.
Tahun 2010-2011 beralih penyebaran penyakit HIV/AIDS lebih banyak disebabkan melalui hubungan seksual. Bahkan jumlah pekerja seks komersial terus meningkat di wilayah tertentu. “Di Kabupaten Tangerang sekira 1.200 perempuan pekerja seks dan pembeli seks itu sendiri mencapai 15-20 ribu orang. Bisa kita perkirakan berapa jumlah penderita HIV/AIDS baru yang tertular,” jelas Hady.
Sementara salah seorang pembicara dari KPA Banten Syaiful W Harahap mengungkapkan, HIV/AIDS dapat terjangkit bila ada kerusakan pada sistem kekebalan tubuh manusia atau disebut infeksi virus oportunistik. Akibat kurangnya sistem kekebalan, munculah berbagai macam penyakit seperti sariawan, diare, TBC, dan penyakit itu sulit untuk disembuhkan bagi penderita positif HIV/AIDS. Salah satu alasan mengapa virus ini sangat berbahaya, karena masuk kedalam sel-sel darah putih dan menjadikan sebagai pabrik baru untuk memproduksi HIV baru.
Karena itu, penderita harus diberikan obat antiretrovial (ARV) untuk menekan perkembangan HIV di dalam darah. “Setiap hari HIV rata-rata memproduksi 10 miliar sampai 1 triliun virus baru di tubuh penderita. Sel-sel darah putih tempat virus ini bersarang dan mencari sel-sel darah putih baru,” bebernya. Rm (35), salah seorang penderita HIV di Kabupaten mengatakan, dirinya dinyatakan positif HIV sejak 2007 seusai melakukan tes darah.
Ia mengetahui menderita HIV selang tujuh bulan setelah suaminya yang juga positif HIV/AIDS meninggal. Dari hasil perkawinan dengan suami yang mantan pengguna narkoba, Rm dikarunia dua orang anak, salah satu di antaranya dinyatakan positif HIV. Ia menuturkan, suaminya selama masih hidup terkena berbagai penyakit, seperti tipus dan TBC. “Lebih baik terbuka sebagai penderitaAIDS demi kebaikan orang-orang terdekat,” pesan Rm. [rb]
Rano Karno secara resmi mengumumkan pengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Tangerang periode 2008-2013, Senin (19/12). Pengunduran diri Rano Karno dari jabatan Wakil Bupati Tangerang tidak lepas dari keberhasilannya memenangkan Pilgub Banten pada Oktober 2011, bersama Gubernur Banten saat ini Ratu Atut Chosiyah.
Surat pengunduran diri Rano Karno sebagai Wakil Bupati Tangerang tertuang dalam Surat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Nomor 172.4/ 2185-Setwan 2011. Surat tersebut telah dibahas Dewan saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang dalam rangka pengunduran diri dari Jabatan Wakil Bupati Tangerang, untuk masa jabatan 2008-2013 dan akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2011.
Untuk diketahui, Rano Karno yang menyalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Banten saat Pilgub Banten 2011, yang berdampingan dengan Gubernur Banten saat ini Ratu Atut Chosiyah, diputuskan menjadi pemenang oleh KPU Banten dan diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah diputuskan menjadi pemenang, Rano Karno dilantik menjadi Wakil Gubenur Banten periode 2011-2016 pada Januari 2012 mendatang. Susunan acara pengunduran diri Rano Karno dari jabatan Wakil Bupati Tangerang telah ditetapkan.
Sebelum pengunduran diri pada Senin (19/12), terlebih dahulu DPRD Kabupaten Tangerang akan menggelar rapat paripurna membahas surat ketetapan pengunduran diri Rano Karno sebagai Wakil Bupati Tangerang. “Bupati Tangerang telah menyampaikan surat ke DPRD terkait pengunduran diri Rano Karno sebagai Wakil Bupati Tangerang. Surat pengunduran diri Rano Karno akan ditetapkan pada rapat paripurna yang akan digelar, Senin (19/12),” ujar Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Amran Arifin, Selasa (13/12).
Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Kabupaten Tangerang Bahrum menyatakan, PDIP belum menyiapkan pengganti Rano Karno sebagai Wakil Bupati Tangerang. Hal itu bukan karena PDIP tidak mempunyai calon pengganti, melainkan karena belum mengetahui ada atau tidaknya penggantian seorang wakil bupati. “Kami akan pelajari dulu aturannya, ada atau tidak. Selain itu, kurang dari setahun lagi akan ada pelaksanaan Pilbup Tangerang,” ujarnya.[RB]
Surat pengunduran diri Rano Karno sebagai Wakil Bupati Tangerang tertuang dalam Surat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Nomor 172.4/ 2185-Setwan 2011. Surat tersebut telah dibahas Dewan saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang dalam rangka pengunduran diri dari Jabatan Wakil Bupati Tangerang, untuk masa jabatan 2008-2013 dan akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2011.
Untuk diketahui, Rano Karno yang menyalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Banten saat Pilgub Banten 2011, yang berdampingan dengan Gubernur Banten saat ini Ratu Atut Chosiyah, diputuskan menjadi pemenang oleh KPU Banten dan diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah diputuskan menjadi pemenang, Rano Karno dilantik menjadi Wakil Gubenur Banten periode 2011-2016 pada Januari 2012 mendatang. Susunan acara pengunduran diri Rano Karno dari jabatan Wakil Bupati Tangerang telah ditetapkan.
Sebelum pengunduran diri pada Senin (19/12), terlebih dahulu DPRD Kabupaten Tangerang akan menggelar rapat paripurna membahas surat ketetapan pengunduran diri Rano Karno sebagai Wakil Bupati Tangerang. “Bupati Tangerang telah menyampaikan surat ke DPRD terkait pengunduran diri Rano Karno sebagai Wakil Bupati Tangerang. Surat pengunduran diri Rano Karno akan ditetapkan pada rapat paripurna yang akan digelar, Senin (19/12),” ujar Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Amran Arifin, Selasa (13/12).
Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Kabupaten Tangerang Bahrum menyatakan, PDIP belum menyiapkan pengganti Rano Karno sebagai Wakil Bupati Tangerang. Hal itu bukan karena PDIP tidak mempunyai calon pengganti, melainkan karena belum mengetahui ada atau tidaknya penggantian seorang wakil bupati. “Kami akan pelajari dulu aturannya, ada atau tidak. Selain itu, kurang dari setahun lagi akan ada pelaksanaan Pilbup Tangerang,” ujarnya.[RB]
Wacana pemekaran Tangerang Barat (Tangbar) untuk menjadi daerah otonom ke-9 di Provinsi Banten tampaknya sulit terbendung. Selain didukung sarana dan prasarana yang cukup memadai, ternyata masyarakat Tangbar juga memilki modal senilai Rp 150 miliar dari penghasilan sektor pajak. “Kalau mau jujur, Tangbar itu berpotensi menyetor pajak hingga 150 miliar,” ujar Ketua Tim Percepatan Pemekaran Daerah (TP2D) Tangerang Barat Isbandi, Kamis (24/11).
Dana Rp 150 miliar tersebut merupakan dana bagi hasil yang akan didapat Tangbar dari Kabupaten Tangerang dari pajak kendaraan. Alasannya, apabila Tangbar resmi dimekarkan, di Kecamatan Balaraja yang terdapat kantor Samsat akan menjadi aset penting. Rencana ke depan, kantor Samsat Balaraja ditargetkan meraup PAD senilai 500 miliar per tahun. “Dari PAD kendaraan bermotor, Samsat Balaraja yang ditarget Rp 500 miliar akan ada bagi hasil antara Kabupaten Tangerang dan Tangerang Barat. Bagi hasil itu 30 persen. Berarti kalau dirupiahkan sekira 150 miliar. Itulah PAD Tangbar,” ujarnya.
Selain PAD dari Samsat Balajara, Isbandi juga menerangkan ke depan Tangbar pun akan didesain memiliki pelabuhan di daerah Pantura tepatnya di Kronjo. Apalagi tahun 2012 mendatang diwacanakan ada reklamasi pantai seluas 6000 hektare. “Semangat pemekaran Tangbar adalah menyejahterakan rakyat. Jadi soal PAD jangan dilihat saat ini. Namun ke depannya,” ucapnya.
Opitmisme pemekaran pun dijelaskan Isbandi mengingat Provinsi Banten masih memiliki dua kuota untuk pemekaran wilayah. Dengan sendirinya kuota tersebut dapat digunakan untuk menjadikan Tangbar sebagai daerah otonom baru. Saat ini di wilayah Provinsi Banten, Tangbar dinilai lebih siap untuk dimekarkan dibanding daerah lain. “Provinsi Banten masih punya dua kuota. Alhasil, Tangbar masih memiliki peluang. Apalagi merunut pada Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Pemekaran Wilayah,” katanya.
Seperti diketahui, TP2D telah memasukan sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang yang menjadi bagian pemekaran. Kesembilan kecamatan tersebut adalah Balaraja, Cisoka, Jayanti, Solear, Kresek, Sukadiri, Gunung Kaler, Kronjo, dan Mekar Baru. Bila Tangerang Barat jadi dimekarkan, otomatis akan mengurangi jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, yang saat ini berjumlah 29 kecamatan.
Sebelumnya wilayah Kabupaten Tangerang telah berhasil memekarkan dua daerah otonom baru dan yang terbilang sukses. Daerah otonom pertama adalah Kota Tangerang yang dimekarkan sekira tahun 1990. Kemudian belum lama ini yakni Kota Tangerang Selatan yang dimekarkan menjadi daerah otonom baru pada tahun 2008.
Sebelumnya, TP2D telah beberapa kali melakukan pertemuan dan dialog ke berbagai SKPD dan tak ketinggalan ke DPRD Kabupaten Tangerang. Dukungan terhadap pemekaran Tangbar tidak hanya datang dari warga Tangerang Barat. Engkos Kosasih, Kepala Bapeda Kota Serang, pun sempat mengutarakan pendapatnya tentang wacana pemekaran Tangbar. “Semua aspirasi dari masyarakat sepantasnya untuk ditampung. Pemerintah induk berkewajiban melakukan kajian akademis terhadap wacana itu,” pungkas Engkos, yang didaulat menjadi penasihat oleh TP2D. (Radar Banten)
Dana Rp 150 miliar tersebut merupakan dana bagi hasil yang akan didapat Tangbar dari Kabupaten Tangerang dari pajak kendaraan. Alasannya, apabila Tangbar resmi dimekarkan, di Kecamatan Balaraja yang terdapat kantor Samsat akan menjadi aset penting. Rencana ke depan, kantor Samsat Balaraja ditargetkan meraup PAD senilai 500 miliar per tahun. “Dari PAD kendaraan bermotor, Samsat Balaraja yang ditarget Rp 500 miliar akan ada bagi hasil antara Kabupaten Tangerang dan Tangerang Barat. Bagi hasil itu 30 persen. Berarti kalau dirupiahkan sekira 150 miliar. Itulah PAD Tangbar,” ujarnya.
Selain PAD dari Samsat Balajara, Isbandi juga menerangkan ke depan Tangbar pun akan didesain memiliki pelabuhan di daerah Pantura tepatnya di Kronjo. Apalagi tahun 2012 mendatang diwacanakan ada reklamasi pantai seluas 6000 hektare. “Semangat pemekaran Tangbar adalah menyejahterakan rakyat. Jadi soal PAD jangan dilihat saat ini. Namun ke depannya,” ucapnya.
Opitmisme pemekaran pun dijelaskan Isbandi mengingat Provinsi Banten masih memiliki dua kuota untuk pemekaran wilayah. Dengan sendirinya kuota tersebut dapat digunakan untuk menjadikan Tangbar sebagai daerah otonom baru. Saat ini di wilayah Provinsi Banten, Tangbar dinilai lebih siap untuk dimekarkan dibanding daerah lain. “Provinsi Banten masih punya dua kuota. Alhasil, Tangbar masih memiliki peluang. Apalagi merunut pada Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Pemekaran Wilayah,” katanya.
Seperti diketahui, TP2D telah memasukan sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang yang menjadi bagian pemekaran. Kesembilan kecamatan tersebut adalah Balaraja, Cisoka, Jayanti, Solear, Kresek, Sukadiri, Gunung Kaler, Kronjo, dan Mekar Baru. Bila Tangerang Barat jadi dimekarkan, otomatis akan mengurangi jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, yang saat ini berjumlah 29 kecamatan.
Sebelumnya wilayah Kabupaten Tangerang telah berhasil memekarkan dua daerah otonom baru dan yang terbilang sukses. Daerah otonom pertama adalah Kota Tangerang yang dimekarkan sekira tahun 1990. Kemudian belum lama ini yakni Kota Tangerang Selatan yang dimekarkan menjadi daerah otonom baru pada tahun 2008.
Sebelumnya, TP2D telah beberapa kali melakukan pertemuan dan dialog ke berbagai SKPD dan tak ketinggalan ke DPRD Kabupaten Tangerang. Dukungan terhadap pemekaran Tangbar tidak hanya datang dari warga Tangerang Barat. Engkos Kosasih, Kepala Bapeda Kota Serang, pun sempat mengutarakan pendapatnya tentang wacana pemekaran Tangbar. “Semua aspirasi dari masyarakat sepantasnya untuk ditampung. Pemerintah induk berkewajiban melakukan kajian akademis terhadap wacana itu,” pungkas Engkos, yang didaulat menjadi penasihat oleh TP2D. (Radar Banten)
Tangerang selatan dicanangkan sebagai Cyber City. Cyber City merupakan program nasional dalam bidang Teknologi Informasi yang bertujuan membantu masyarakat untuk mengenal dan menggunakan fasilitas internet secara gratis.
Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, saat pembukaan Pekan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Pusat TIK, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Timut, Kota Tangsel, Rabu (23/11) kemarin.
Tifatul Sembiring mengatakan, Kota Tangsel akan dijadikan pilot project dalam pencanangan Ciber City. Pasalnya, dari sisi geografis Tangsel sudah memenuhi standar infrastruktur maupun masyarakatnya yang modern. Beliau juga mengatakan, untuk menunjang infrastruktur tersebut, pemerintah pusat memberikan bantuan berupa kendaraan operasional yakni Mobile-Click. “Nanti bisa tanya sama Pemkot Tangsel, sudah dapat bantuannya belum,” ucap menteri dari PKS itu.
Menurutnya, Mobile Click tersebut dilengkapi televisi, tiga internet dan sambungan telepon untuk digunakan masyarakat secara gratis. “Untuk menunjang Cyber City dibarengi tersedianya infrastruktur teknis dan nonteknis yang memadai,” katanya.
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menuturkan, kebutuhan sebagai Cyber City adalah alat yang memadai untuk melayani masyarakat. Untuk mengawali program tersebut, dimulai dari gedung pemerintahan yang difasilitasi dengan fasilitas internet. “Kami masih keterbatasan SDM dan teknis, untuk memulai belum tahu kapan pastinya,” ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Ainy Pemkot akan menargetkan penyediaan fasilitas internet di tujuh kecamatan yang ada di wilayah kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini.
Sementara Kepala Badan Litbang SDM Kemenkominfo Aizirman Djusan menambahkan, selama pekan TIK, terdapat 22 orang yang menjadi narasumber dan berasal dari berbagai instansi di antaranya dari Kemkominfo, UIN Syarif Hidayatullah, ITB, LIPI, Dewan Riset Nasional, Korea Communication Comission, Korea University, Universitas Indonesia, UGM, Twente University (Belanda) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi. “Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang informasi dan telekomunikasi,” ujarnya
Hal ini diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, saat pembukaan Pekan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Pusat TIK, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Timut, Kota Tangsel, Rabu (23/11) kemarin.
Tifatul Sembiring mengatakan, Kota Tangsel akan dijadikan pilot project dalam pencanangan Ciber City. Pasalnya, dari sisi geografis Tangsel sudah memenuhi standar infrastruktur maupun masyarakatnya yang modern. Beliau juga mengatakan, untuk menunjang infrastruktur tersebut, pemerintah pusat memberikan bantuan berupa kendaraan operasional yakni Mobile-Click. “Nanti bisa tanya sama Pemkot Tangsel, sudah dapat bantuannya belum,” ucap menteri dari PKS itu.
Menurutnya, Mobile Click tersebut dilengkapi televisi, tiga internet dan sambungan telepon untuk digunakan masyarakat secara gratis. “Untuk menunjang Cyber City dibarengi tersedianya infrastruktur teknis dan nonteknis yang memadai,” katanya.
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menuturkan, kebutuhan sebagai Cyber City adalah alat yang memadai untuk melayani masyarakat. Untuk mengawali program tersebut, dimulai dari gedung pemerintahan yang difasilitasi dengan fasilitas internet. “Kami masih keterbatasan SDM dan teknis, untuk memulai belum tahu kapan pastinya,” ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Ainy Pemkot akan menargetkan penyediaan fasilitas internet di tujuh kecamatan yang ada di wilayah kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini.
Sementara Kepala Badan Litbang SDM Kemenkominfo Aizirman Djusan menambahkan, selama pekan TIK, terdapat 22 orang yang menjadi narasumber dan berasal dari berbagai instansi di antaranya dari Kemkominfo, UIN Syarif Hidayatullah, ITB, LIPI, Dewan Riset Nasional, Korea Communication Comission, Korea University, Universitas Indonesia, UGM, Twente University (Belanda) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi. “Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang informasi dan telekomunikasi,” ujarnya
Bupati Tangerang H.Ismet Iskandar melakukan sidak ke
Kecamatan Cikupa, khusus untuk menanyakan masalah kondisi terakhir
M.Rehan, bayi menangis megeluarka air mata darah . Dalam kunjungannya
Bupati perintahkan Camat Cikupa Drs.H.Yusuf Herawan untuk melihat
langsung keadaan bayi tersebut.
Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sudah melakukan bantuan kepada bayi tersebut, baik dari transportasi menuju rumah sakit, pengobatan, pengecekan kondisi fisik bayi, sampai dengan nanti tahap penyembuhan. “Saya sangat perhatian terhadap kondisi seperti ini, saya akan perintahkan jajaran Pemerintahan kabupaten Tangerang untuk menangani dengan cepat dan tanggap apabila ada hal seperti ini lagi, ujar H.Ismet Iskandar.
Camat Cikupa Drs.H.Yusuf Hermawan dalam kunjungan ke rumah bayi ini menjelaskan, bayi ini sekarang sudah dalam kondisi sehat. Terbukti kenaikan berat badan dari 2,8 Kg ini mencapai 3,5 Kg.
Ibu dari bayi Muhammad Rehan yakni Siti Muamalah menjelaskan Rehan menangis mengeluarkan darah apabila dalam kondisi menangis sangat keras, tetapi apabila menangis biasa saja darah itu tidak keluar.
“satu hari paling satu kali Rehan menangis tetapi sekarang kondisi Rehan apabila menagis sudah tidak mengeluarkan darah lagi,” ujar ibu dua anak ini.
Perwakilan dari Puskesmas Cikupa drg.Husna Meiyanti Kepala Sub Bagian Tata Usaha menjelaskan tidak ada hal yang terlalu menghawatirkan dari kondisi Rehan, hal ini terjadi memang karena infeksi saja pada kelopak mata Rehan, dibuktikan dengan adanya hasil lab dari Instalasi Laboratorium Klinik Rumah Sakit Umum Tangerang. (sb)
Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sudah melakukan bantuan kepada bayi tersebut, baik dari transportasi menuju rumah sakit, pengobatan, pengecekan kondisi fisik bayi, sampai dengan nanti tahap penyembuhan. “Saya sangat perhatian terhadap kondisi seperti ini, saya akan perintahkan jajaran Pemerintahan kabupaten Tangerang untuk menangani dengan cepat dan tanggap apabila ada hal seperti ini lagi, ujar H.Ismet Iskandar.
Camat Cikupa Drs.H.Yusuf Hermawan dalam kunjungan ke rumah bayi ini menjelaskan, bayi ini sekarang sudah dalam kondisi sehat. Terbukti kenaikan berat badan dari 2,8 Kg ini mencapai 3,5 Kg.
Ibu dari bayi Muhammad Rehan yakni Siti Muamalah menjelaskan Rehan menangis mengeluarkan darah apabila dalam kondisi menangis sangat keras, tetapi apabila menangis biasa saja darah itu tidak keluar.
“satu hari paling satu kali Rehan menangis tetapi sekarang kondisi Rehan apabila menagis sudah tidak mengeluarkan darah lagi,” ujar ibu dua anak ini.
Perwakilan dari Puskesmas Cikupa drg.Husna Meiyanti Kepala Sub Bagian Tata Usaha menjelaskan tidak ada hal yang terlalu menghawatirkan dari kondisi Rehan, hal ini terjadi memang karena infeksi saja pada kelopak mata Rehan, dibuktikan dengan adanya hasil lab dari Instalasi Laboratorium Klinik Rumah Sakit Umum Tangerang. (sb)



